• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label Kominikasi Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kominikasi Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2016

Apa itu IMC??

IMC (Integrated Marketing Communication)



Definisi IMC adalah proses pengembangan dan implementasi berbagai bentuk program komunikasi persuasif kepada pelanggan dan calon pelanggan secara berkelanjutan. Tujuan IMC adalah mempengaruhi atau memberikan efek langsung kepada perilaku khalayak sasaran yang dimilikinya. IMC menganggap seluruh sumber yang dapat menghubungkan pelanggan atau calon pelanggan dengan produk  atau jasa dari suatu merek atau perusahaan, adalah jalur yang potensial untuk menyampaikan pesan di masa datang.

Lima Ciri Utama IMC (Terence A. Shimp, 2003:24-29):

1.      Mempengaruhi perilaku. Tujuan IMC adalah untuk mempengaruhi khalayak sasarannya. Hal ini berarti komunikasi pemasaran harus melakukan lebih dari sekedar mempengaruhi kesadaran merek atau “memperbaiki” perilaku konsumen terhadap merek. Sebaliknya kesuksesan IMC membutuhkan usaha-usaha komunikasi yang diarahkan kepada peningkatan beberapa bentuk respon dari perilaku konsumen. Dengan kata lain, tujuannya adalah untuk menggerakkan orang untuk bertindak.

2.      Berawal dari pelanggan dan calon pelanggan (prospect). Prosesnya diawali dari pelanggan atau calon pelanggan kemudian berbalik kepada komunikator merek untuk menentukan metode yang paling tepat dan efektif dalam mengembangkan program komunikasi persuasif.

3.      Menggunakan satu atau segala cara untuk melakukan ‘kontak’. IMC menggunakan seluruh bentuk komunikasi dan seluruh ‘kontak’ yang menghubungkan merek atau perusahaan dengan pelanggan mereka, sebagai jalur penyampai pesan yang potensial. Ciri utama dari elemen IMC ketiga ini adalah bahwa ia merefleksikan kesediaan menggunakan bentuk kontak komunikasi apa pun, asalkan merupakan yang terbaik dalam upaya menjangkau khalayak, dan tidak menetapkan suatu media tertentu sebelumnya.

4.      Berusaha menciptakan sinergi. Dalam definisi IMC terkandung kebutuhan akan sinergi (kesinambungan). Semua elemen komunikasi (iklan, tempat pembelian, promosi penjualan, event, dan lain-lain) harus berbicara dengan satu suara; koordinasi merupakan hal yang amat penting untuk menghasilkan citra merek yang kuat dan utuh, serta dapat membuat konsumen melakukan aksi. Kegagalan dalam mengkoordinasi semua elemen komunikasi dapat menghasilkan pengulangan upaya yang sia-sia atau lebih buruk lagi, pesan yang kontradiktif, mengenai merek.

5.      Menjalin hubungan. Karakteristik IMC yang kelima adalah kepercayaan bahwa komunikasi pemasaran yang sukses membutuhkan terjalinnya hubungan antara merek dengan pelanggannya. Dapat dikatakan bahwa pembinaan hubungan adalah kunci dari pemasaran modern dan bahwa IMC adalah kunci dari terjalinnya hubungan tersebut. Suatu hubungan merupakan “pengait” yang tahan lama antara merek dengan konsumen. Ia membangkitkan pembelian yang berulang dan bahkan loyalitas terhadap merek. Seperti keberhasilan Ayam Goreng Nelongso yang berhasil membuka lebih dari 4 cabang di kota Malang dalam kurun waktu yang relatif cepat, karena konsumen telah mengetahui secara pasti kualitas dari melihat brandnya. (shin)

Post by: Admin(Cindy Prasetyo Ningtias ->143140807111027)

Contact: 085753944997

Perencanaan Media Untuk Komunikasi Pemasaran


 Dari artikel sebelumnya telah, diketahui secara pasti bahwa keterampilan komunikasi pemasaran sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi dalam rangka memberikan informasi pada pasar, menanamkan citra perusahaan dan brand dalam pikiran konsumen yang kita sasar.

Untuk mencapai tujuan tersebut iklan atau informasi yang disampaikan menggunakan berbagai media. Tapi dalam melakukan pemilihan media ini kita harus sangat berhati-hati agar hasilnya seperti yang kita inginkan.

Dalam komunikasi ppemasaran media yang digunakan terbagi menjadi:

Ø  Media Masa, yang terdiri dari media masa elektronik dan cetak
Ø  Media kelompok, yang biasa digunakan pada kegiatan-kegiatan yang melibatkan kelompok tertentu. Bentuk Media ini diantaranya adalah video presentasi.
Ø  Media Personal, seperti catalog, profil korporat dan folder.

Manajer komunikasi pemasaran hendaknya erlu memiliki pengetahuan yang luas mengenai media yang dapat digunakan sebagai saluran komunikasi bagi kebutuhan promosi. Dalam pemilihan media, manajer dapat memberikan penilaian media yang efektif karena media itu berhubungan langsung dengan segmentasi yang dipilih. Efisiensi penggunaan media dilihat dari sejauh mana media itu dapat menjangkau secara tepat, frekuensi yang dibutuhkan, dan durasi tayang iklan pada media dengan intensitas tinggi. Sejauh ini pemasangan iklan masih terpaku pada jenis media yang sudah umum semisal media elektronik dan media cetak (majalah dan Koran)



Pemilihan media berkaitan dengan berapa besar biaya yang harus disiapkan. Hal itu tentunya dilakukan melalui sebuah studi yang matang. Dimana studi yang baik dilakukan melalui penelitian media atau riset media. Hasil riset media dapat dijadikan masukan penting untuk membantu kapan sebuah iklan ditayangkan (eksposure), berapa kali waktu tayang (frequency). Pada media luar ruangan (out of home media) pemilihan lokasi yang tepat, ukuran, dan bentuk menjadi sebuah pertimbangan penting selai factor daya tarik pesan dan visual.

Diferensiasi pesan dan visual dalam kaitannya dengan kegiatan komunikasi pemasaran dikaji secara komperehensif, sehingga pesan yang disampaikan dapat menarik perhatian dan menumbuhkan efek yang kuat. Kreatifitas dapat menghasilkan suatu karya yang menghasilkan karakteristik pesan yang kuat. Tujuan menghasilkan pesan yang kuat adalah agar pesan yang disampaikan melaui media itu dapat menarik perhatian khalayak.

Contoh adalah iklan Ayam Goreng Nelongso. Dilihat dari brandnya saja sudah mengundang perhatian pembaca dan otomatis akan menarik konsumen untuk dating dan mencicipi ayam goring khas Griya Bebek dan Ayam Goreng Nelongso ini. Apalagi saat membaca klan yang dimuat di Majalah Pesta Wirausaha ke6 Komunitas TDA NGALAM (Tangan Diatas Malang) ini lebih menarik perhatian “Griya Nelongso hadir dengan harga ramah di kantong, Hanya Rp.5000/porsi saja sudah bias mendapatkan nasi dan sambal korek pedas yang khas Griya Nelongso.
Iklan yang sangat mengundang perhatian ini dimasukkan di Majalah Pesta Wirausaha ke6 Komunitas TDA NGALAM  serta dipasang di depan setiap outlet Ayam Goreng Nelongso yang berada di jalan-jalan strategis kota Malang ini, bertujuan untuk menimbulkan word of mouth yang luas dan sangat ampuh untuk menarik konsumen dan memosisikan brand ayam goring nelongso sebagai tempat makan yang enak dengan sambal koreknya namun harganya sangat terjangkau di benak masyarakat luas.

Iklan yang dirancang dan memiliki kemiripan denga iklan iklan yang lainnya akan cenderung dianggap sama dan tersa biasa . Khalayak pada umumnya cenderung mengabaikan pesan yang biasa-biasa sajua. Jika kondisi semacam itu terjadi, maka iklan yang telah disajikan pada sejumlah media terutama televise, tidak akan memberikan efek yang diinginkan. Hal ini dikarenakan khalayak akan selektif mencari, memilih acara atau iklan yang menurut mereka sangat mereka sukai. Dalam hal ini iklan yang disukai baru mencapai tahap ad.likebility. Jika sebuah iklan yang disajikan disukai , kemungkinan akan terjadi dorongan atas penjualan besar-besaran. Kondisi itu menunjukkan bahwa iklan itu telah mencapai tahap effectiveness. (shin)


 Post by: Admin(Cindy Prasetyo Ningtias ->143140807111027)
Contact: 085753944997

Strategi Komunikasi Pemasaran

Strategi komunikasi pemasaran bertujuan untuk mencapai tiga tahap perubahan yang ditunjukkan bagi konsumen.

Tahap pertama adalah tahap perubhan pengetahuan. Dalam perubahan ini, konsumen mengetahui keberadaan suatu produk, untuk apa produk diciptakan, dan ditunjukkan pada siapa. Dengan demikian pesan yang disampaikan harus menunjukkan informasi penting dari produk tersebut.

Tahap kedua adalah tahap perubahan sikap, yang ditentukan oleh tiga unsure oleh Schiffman dan Kanuk dalam Kennedy dan Soemanegara (2006) sebut sebagai tricomponent attitude changes yang menunjukkan bahwa tahap perubahan sikap ditentukan  oleh congniton (pengetahuan), affection (perasaan) dan conation (perilaku). Jika ketiga komponen ini menunjukkan adanya kecenderungan perubahan, maka mungkin akan terjadi perubahan sikap. Pada tahap ini informasi iklan bertujuan untuk memperkuat kedudukan merk dengan menggunakan strategi pesan missal kelebihan produk, gaya hidup dan citra perusahaan.

Pada tahap ketiga yaitu tahap perubahan perilaku, dimaksud agar konsumen tidak beralih pada produk lain dan terbiasa menggunakannya. Pesaan yang disampaikan bertujuan untuk menunjukkan alas an mengapa produk ini adalah produk terbaik jika dibandingkan dengan produk lain dan menumbuhkan emosional terhadap brand.


Hal-hal yang harus Dipertimbangkan dalam menentukan Strategi Komunikasi Pemasaran

1.      Perencanaan Segmentasi Potensial
Analisis yang dibutuhkan untuk membantu menyusun perencanaan komunikasi pemasaran adalah analisis peluan pasar, analisis pesaing dan menetapkan pasar sasaran.
Ø  Analisis Peluang Pasar. Analisis ini mencakup karakteristik dan kebutuhan pasar, strategi produk, tempat, daya beli, masyarakat, saluran distribusi, dll. Peluang pasar (market opportunities) adalah wilayah dimana terdapat kecenderungan yang positif. Peluang pasar tercipta jika dipasar terdapat permintaan, kebutuhan dan peluang yang belim terpuaskan, dan persaigan yang efektif.
Ø  Analiss Pesaing. Dalam penyusunan strategi perencanaan komunikasi pemasaran bagi produk dan layanan, dibutuhkan analisis tetang kondisi persaingan dipasar yang akan dimasuki.
Pesaing produk dibagi menjadi:
·         Pesaing Langsung (Direct Competitor), yaitu pesaing yang memiliki hubungan langsung dengan roduk kita, diman produknya dapat beragam, yang disajikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut tertentu.
·         Pesaing tidak langsung (Indirect Competitor), yaitu perusahaan yang memiliki prodk berbeda dengan kita, tetapi keberadaan produk ini bersifat substitutive (produk pengganti), yang disajikan untuk memenuhi kebutuhan yang sama.

Ø  Menetapkan Pasar Sasaran
Setelah melakukan analisis terhadap peluan pasar dan pesaing, selanjutnya kita memilih satu atau lebih pasar sasaran. Langkah ini menjadi focus dari hasil, tujuan dan pencapaian yang merupakan harapan terhadap pasar. Proses ini dapat ditentukan melalui langkah-langkah dasar, yaitu identifikasi pasar tentang kebutuhan yang belum terpuaskan, menentukan segmentas pasar, menyeleksi pasar sasaran dan pemosisisn pasar melaui strategi pemasaran.



Dalam komunikasi pasar, segmentasi merupakan hal yang penting dan tidak dapat diabaikan. Segmentasi memiliki ciri khusus yang dibatasi oleh usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan batas geografis. Dari beberapa segmentasi yang dituju, perlu diterapkan segmentasi yang dianggap potensial seperti segmen pasar yang ingin disasar oleh Ayam Goreng Nelongso yaitu kalangan mahasiswa yang memenuhi setiap sudut kota Malang . Dalam hal ini harus segmentasi yang memiliki demand tinggi. Kesalahan dalam penetapan segmentasi potensial ini berakibat pada penghambutran biaya promosi, dan waktu hal ini dapat mungkin dihindari dengan pengambilan keputusan yang matang. (shin)


Post by: Admin(Cindy Prasetyo Ningtias ->143140807111027)
Contact: 085753944997

Tehnik Membangun Ekuitas Merk Dalam Komunikasi Pemasaran




Dibahasan sebelumya telah dijelaskan bagaimna membangun komunikasi yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Kali ini akan dijelaskan lebih dalam tentang  cara membangun Ekuitas Merk dalam Komunikasi Pemasaran


Komunikasi Pemasaran Terinte grasi Untuk Membangun Ekuitas Merek (Philip Kotler & Kevin Lane Keller, 2009).

1.     Menentukan tujuan komunikasi
Menentukan tujuan komunikasi pemasaran sangat diperlukan agar proses komunikasi yang dilakukan dalam menawarkan suatu produk perusahaan dapat secara efektif diterima oleh konsumennya.

Sesuai dengan model hirarki pengaruh, Rossiter dan Percy mengindentifikasi empat kemungkinan tujuan komunikasi pemasaran seperti sebagai berikut :
·         Kebutuhan kategori, menentukan produk atau jasa yang diperlukan untuk mengalihkan atau memuaskan perbe daan anggapan antara keadaan motivasi onal saat ini dan keadaan emosional yang diinginkan.
·         Keadaan merekkemampuan untuk mengindentifikasi merek dalam kategori dengan cukup rinci untuk melakukan pembelian. Pengakuan lebih mudah dicapai dibandingkan ingatan konsumen.
·         Sikap merekmengevaluasi merek dengan memperhatikan kemampuan anggapannya untuk memenuhi kebutuhan relevan saat ini. Kebutuhan merek relevan mungkin berorientasi negative atau berorientasi positif (gratifikasi indra, stimulasi intelektual, atau persetujuan social).
·         Maksud pembelian merekInstruksi mandiri untuk membeli merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian. Tawaran promosi dalam bentuk kupon, atau penawaran dua untuk satu mendorong konsumen melakukan komitmen mental untuk mengambil produk.

2.     Merancang komunikasi

     Setelah dapat diketahui indentifikasi pasar sasaran, dan tujuan komunikasi pemasaran, selanjutnya pemasar dapat merancang komunikasi pemasaran dengan tujuan dapat mencapai respon yang diinginkan.
Menurut Kotler & Keller, paling tidak ada tiga kaidah untuk mencapai respon yang dinginkan, antara lain :
·         Strategi pesanmanajemen mencari daya tarik, tema, atau ide yang terkait dengan positioning merek dan membantu menentukan titik paritas atau titik perbedaan. John Maloney, melihat pembeli mengharap satu dari empat jenis penghargaan dari produk; kepuasan rasional, indra, social, dan ego. Pembeli dapat mevisualisasikan penghargaan ini dari pengalaman hasil penggunaan, pengalaman produk ketika digunakan, atau penggunaan penga laman incidental.
·         Strategi kreatif, efektifitas komunikasi pemasaran tergantung pada bagaimana sebuah pesan diekspresikan, dan juga kandungan pesan itu sendiri. Jika komunikasi itu tidak efektif, komunikasi itu bisa berarti pesan yang salah digunakan, atau pesan yang benar diekspresikan dengan buruk. Untuk itu dapat kita golongkan sebagai daya tarik informasional (informational), dan transpormasional (transpormational).
·         Sumber pesanbanyak komunikasi pemasaran tidak menggunakan sumber di luar perusahaan. Komunikasi lainnya menggunakan orang terkenal atau orang tidak terkenal. Sumber pesan tentunya di keluarkan dari yang menarik pasar sasaran agar dapat berkontribusi lang sung pada efektifitas komunikasi pemasaran. Semakin efektif dalam mengkaitkan sumber pesan yang menarik pasar sasaran terhadap produk yang ditawarkan, maka respon dari pasar sasaran dapat dilihat hasilnya.

3.     Memilih saluran komunikasi pemasaran
Saluran komunikasi pemasaran pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua antara lain :
·         Saluran komunikasi pribadi (personal communication channels), dua orang atau lebih berkomunikasi melalui tatap muka, telepon, e-mail.

Studi yang dilakukan oleh Burson-Marsteler dan Roper Starch Worlwide, menemukan bahwa rata-rata berita dari mulu ke mulut seseorang cenderung berpengaruh pada sikap pembelian dan dua orang lainnya. Jadi Kotler & Keller mengatakan bahwa komunikasi pribadi berpengaruh pada dua situasi yaitu; pada saat harga tinggi akan berpengaruh kurang bagus karena berisiko konsumen tidak mau beli, dan sebalikknya, yang jelas sering orang meminta rekomendasi terhadap suatu produk dari seorang atau beberapa orang lain.

Saluran komunikasi non pribadi, yaitu saluran komunikasi yang diarahkan kepada banyak orang misalnya melalui media, promosi penjualan, acara-acara tertentu, serta hubungan masyarakat (public relation / PR). Saluran komunikasi melalui hubungan masyarakat pada prisipnya meliputi dua arah yaitu; bersifat internalditujukan kepada para staf dan seluruh pegawai, dan secara exsternal  ditujukan kepada masyarakat luas sebagai pasar sasaran. Contoh komunikasi non pribadi yang bersifat eksternal adalah situs resmi milik Songa Rafting, disana bisa ditemukan banyak informasi tentang Songa Rafting mulai dari paket yang ditawarkan, testimono klien yang pernah memakai jasa milik Songa Rafting, video aktifitas rafting klien dan sebagainya yang akan sangat memudahkan calon konsumen unrtuk mengetahui secara pasti apa itu Songa Rafting,, fasilitas dan kelebihannya. (shin)

 Post by: Admin(Cindy Prasetyo Ningtias ->143140807111027)
Contact: 085753944997

Senin, 04 Januari 2016

Bauran Komunikasi Pemasaran oleh Kotler dan Ketler



Dalam operasional perusahaan komunikasi pemasaran memiliki peran yang sangat penting, seperti yang disampaikan Philip Kotler &Kevin Lane Killer dalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi pemasaran memiliki peranan memberikan informasi, membujuk, mengingatkan konsumen – secara langsung maupun tidak langsung – tentang produk dan merek yang dijual.

Komunikasi pemasaran melaksanakan banyak fungsi kepada konsumen atau pasar sasaran terutama memberitahu dan memperlihatkan bagaimana dan mengapa produk itu digunakan, siapa pasar sasarannya, dimana dan kapan produk itu dapat diperoleh. Lingkungan komunikasi pemasaran juga mengikuti perkembangan teknologi yang menyebabkan proses komunikasinya juga mengalami perubahan. Seperti halnya akhir-akhir ini maraknya perkembangan internat. Tentunya ini juga akan berpengaruh terhadap konsumen dalam memperoleh informasi suatu produk.

Komunikasi pemasaran mampu membentuk ekuitas merek dan penjualan produk. Memang dikatakan oleh Kotler & Keller, dalam perkembangan lingkungan komunikasi pemasaran yang perubahannya  sangat cepat komunikasi pemasaran melalui iklan bukanlah satu-satunya atau bahkan yang paling penting dalam membentuk ekuitas merek dan mendorong penjualan, namun dengan melalui bauran komunikasi pemasaran yang dilaksanakan secara terintegrasi dapat meningkatkan ekuitas dan mendoronga penjualan, bahkan dengan meluasnya komunikasi ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.


Bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix) agar dapat mendorong efektifitas dan efisiensi komunikasi pemasaran terdiri dari delapan model komunikasi utama (Kotler & Keller, 2009), antara lain :

1.      Iklan, yaitu semua bentuk terbayar dari presentasi non personal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas.

2.      Promosi penjualan, berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percoba an atau pembelian produk atau jasa.

3.      Acara dan pengalaman, kegiatan dan program yang diseponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu.

4.      Hubungan masyarakat dan publisitas, beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individunya.

5.      Pemasaran langsung,penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau memintan respons atau dialog dari pelanggan dan prospek tertentu.

6.      Pemasaran interaktif, kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.

Contohnya dalam website resmi OutboundIndonesia, didalamnya selain menyampaikan informasi seputar produk mereka juga menampilkan kegiatan outbound, testimony dari klien yang mereka layani. Ini akan membuat citra mereka terbentuk dengan baik di mata public. Sehingga jika mereka atau kenalan mereka menginginkan outbound, maka Outbound Indonesia yang sudah ada di benak mereka.

7.      Pemasaran dari mulut ke mulutkomuni kasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.


8.      Penjualan personel, interaksi tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab pertayaan, dan pengadaan pesanan.

Kerangka dasar komunikasi pemasaran oleh perusahaan dapat dirahkan untuk mempengaruhi konsumen terhadap gaya, dan harga produk, bentuk dan warna kemasan, sikap dan cara berpakaian wiraniaga, dekorasi toko, sebagai bentuk komunikasi kepada pembeli. Kotler & Keller (2009), mengambarkan unsur-unsur dalam kerangka dasar komunikasi umum sebagai alat komunikasi antara pemasar dengan pembeli. (shin)

Kerangka Dasar Komunikasi  (Kotler & Keller, 2009)

Media
Bentuk Komunikasi
Iklan
Iklan cetak dan tayanganKemasan luar
Sisipan kemasan
Film
Brosur dan buklet
Poster dan selebaran
Direktori
Cetak ulang iklan
Papan iklan
Tanda panjangan
Pajangan titik pembelian
Bahan audiovisual
Simbul dan logo
Promosi Penjualan
Kontes, permainan, undian, lotrePremi dan hadiah
Sampel
Bazar dan pameran dagang
Pameran
Demonstrasi
Kupon
Rabat
Pembiayaan berbunga rendah
Hiburan
Tunjangan pertukaran barang bekas
Acara danPengalaman
OlahragaHiburan
Festival
Seni
Acara amal
Tur pabrik
Museum perusahaan
HubunganMasyarakat dan
Publisitas
Peralatan mediaPidato
Seminar
Laporan tahunan
Donasi amal
Publikasi
Hubungan komunitas
Lobi
Media indentitas
Majalah perusahaan
Pemasaran Langsung danPemasaran Interaktif
KatalogSurat
Telemarketing
Belanja elektronik
Belanja TV
Surat faks
E-mail
Surat suara
Blog
Situs web
Pemasaran dariMulut ke Mulut
Orang ke orangChat room
Blog
Penjualan Personal
Presentasi penjualanRapat penjualan
Program insentif
Sampel
Bazar dan pameran dagang

 Post by: Admin(Cindy Prasetyo Ningtias ->143140807111027)
Contact: 085753944997